Balai Pelatihan Jadi Kunci Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja

BANDUNG – Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan mendorong masyarakat untuk memanfaatkan balai-balai pelatihan vokasi yang tersebar di berbagai daerah.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktitas (BBPVP) Herman Bija, saat ditemui tim MBKPOS dalam acara Vokasi Vaganza 2024.
“Harapan kami dari kementerian ketenagakerjaan berharap masyarakat pencari kerja memanfaatkan balai-balai pelatihan kerja khususnya di balai pelatihan vokasi karena sebagaimana kita ketahui kualitas tenaga kerja ini didominasi pendidikan menengah pertama ke bawah. Diharapkan dengan adanya balai dapat dimanfaatkan yang bisa mengisi posisi dipasar kerja,” Ujar Herman Bija saat ditemui tim MBKPOS pada Sabtu (7/12/2024).
Herman juga menekankan bahwa pengukuran kesuksesan acara seperti job fair dapat dilihat dari seberapa banyak pencari kerja yang berhasil diterima di perusahaan.
“Mengukur kesuksesan acara ini dari perusahaan yang membuka lowongan kerja yang disiapkan perusahaan. Itu kita bisa melihat seberapa banyak yang bisa sehingga nanti bisa menjadi masukan kami dalam pelatihan untuk menerima paket dalam mengisi pelatihan, “ Katanya.
Selaras dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto mengenai Astacita, Herman menyatakan bahwa rencana untuk mengembangkan job fair di masa depan tetap menjadi prioritas.
“Pasti ada rencana untuk mengembangkan job fair kedepannya. Karena ini selaras dengan kebijakan presiden mengenai Astacita. Bagaimana meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia dengan melakukan pelatihan-pelatihan yang tersertifikasi oleh balai-balai yang tersertifikasi, “ujar Herman
Acara Vokasi Vaganza tidak hanya menjadi platform bagi masyarakat untuk mencari peluang kerja, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun tenaga kerja yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia industri.
Herman berharap acara seperti ini dapat menjadi solusi yang saling menguntungkan bagi pencari kerja dan perusahaan.
“Tentunya disini harapan kita muncul yang disebut dengan win-win solution dimana para pencari kerja menemukan pekerjaan yang sesuai dengan ekspektasi mereka,” Tambahnya.






